Ibu Guru Kok Dipanggil Bunda

ausbildungaupair.com – “Kan, bundaku ada di rumah?” Inilah jawaban pakar dari kontroversi panggilan Bunda untuk guru di sekolah. Saya ingin mengajak Anda sedikit “bernostalgia’”. Mungkin masih ingat, dulu waktu kita sekolah TK, guru dipanggil dengan “Ibu” atau “Bu Guru’”. Ada Bu Ani, Bu Wati, Bu Oppie, dan lainnya. Betul, kan? Nah, pada generasi anakanak selanjutnya, penamaan tersebut tidak lagi seragam. Justru beragam. Di sebagian sekolah, guru dipanggil dengan sebutan “Bunda’”, sama seperti cara anak menyebut mamanya di rumah.

BINGUNG ISTILAH

Kembali ke persoalan penyebutan guru dengan istilah “Bunda’” ada kisah menarik yang disampaikan oleh Dr. Amril Muhammad, SE, MP. d., dosen jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNJ ini. “Ada orangtua bercerita kalau di TK anaknya, siswa hanya boleh memanggil guru dengan sebutan Bunda. Jika memanggil dengan sebutan lain, seperti Bu Guru tidak akan diberi respons. Nah, sampai di rumah si anak pun protes karena ia merasa panggilan bunda itu hanya untuk ibunya di rumah, ibu kandung. Bukan ibu guru,” papar Amril.

Sebenarnya panggilan apa pun untuk guru adalah baik, selama tidak membuat rancu. Namun pada kasus panggilan bunda ini, anak mengalami kebingungan. Amril memberi contoh, “Coba bayangkan saat anak bilang ‘Bunda, tadi Ibu Guru ngajarin bikin kodok dari kertas.’ Bandingkan dengan pernyataan, “Bunda, tadi Bunda ngajarin bikin kodok dari kertas.’ Nah…bingung kan? Itulah yang dirasakan oleh anak. Dia makin bingung, saat ditegur oleh guru karena dinilai ‘salah’ memanggil. Menurut saya seharusnya ini tidak perlu terjadi,” ujar Amril.

Menurut Amril, pada kasus tersebut, sebaiknya anak tetap dibebaskan untuk memanggil guru dengan Bu Guru dan seharusnya sang guru memahami kalau sebutan Bunda bagi anak tersebut lebih melekat pada ibu kandungnya. Hal lain, dipanggil dengan sebutan apa pun (selama itu panggilan sopan, tentunya), guru tetap harus memberi respons. Adakah dampak bila anak tak mendapat respons positif dari guru hanya karena salah panggil? “Yang saya lihat, anak itu menjadi sedih dan kebingungan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *