Kolaborasi Keluarga Dan Sekolah Dalam Pendidik Karakter

Bagi orangtua, sekolah sering menjadi tempat harapan agar buah hatinya bisa memperoleh pendidikan yang baik sehingga kelak mampu merealisasikan cita-cita. Sayang, harapan ini terkadang tak berjalan mulus. Persoalannya terletak pada komunikasi antara sekolah dan orangtua yang sering kali buntu.

Terkait dengan ini, ada tiga tipe orangtua yang bisa “merepotkan” pihak sekolah:

  1. Orangtua yang menganggap sekolah sebagai “pabrik”.

Mereka menyerahkan buah hatinya ke sekolah dengan tujuan kenakalan anak, kemalasannya, sulitnya mereka diatur, dapat hilang dan anak menjadi lebih baik. Kontribusi orangtua hanyalah memberikan “bahan mentah” pada sekolah. Pada akhir tahun, orangtua akan menuntut pertanggungjawaban kinerja sekolah. Bila tidak sesuai harapan, orangtua pun menjadi emosi dan menuntut sekolah sebagai lembaga yang tidak becus mendidik anak-anak mereka.

  1. Orangtua yang memiliki prinsip ekonomi dalam pendidikan.

Mereka tampak acuh tak acuh; jarang terlibat dalam setiap undangan sekolah dan hanya datang pada pertemuan pertama, yakni saat dibahas besaran biaya yang harus mereka bayar. Bagi orangtua tipe ini, semua aman selama urusan pembiayaan pada pihak sekolah lancar. Karena merasa sudah membayar mahal, mereka menyerahkan nasib anaknya secara total pada sekolah.

Kalau perlu anak pulang sampai sore pun tak masalah, toh mereka juga belum pulang dari kerja. Yang penting, orangtua tahu, buah hatinya dididik dan menjadi anak yang baik di sekolah. Orangtua tipe ini biasanya tidak membicarakan urusan sekolah dengan anaknya karena itu urusan anak dengan gurunya.

  1. Tipe masa bodoh.

Orangtua enggan berkomunikasi langsung dengan anak-anak mereka saat pulang sekolah. Mereka bahkan tidak mau tahu apakah anaknya hari ini ke sekolah atau tidak.

Peran orangtua dalam pendidikan sangatlah penting sekali. Karena orangtualah yang memiliki pengaruh besar terhadap anak bagaimana anak dapat maju dalam hal pendidikan. Karena di sekolah guru mengajarkan ilmu sementara di rumah peran orangtua adalah mensupport anak agar memahami ilmu yang tela diajarkan. Jangan sampai anak merasa kesulitan ketika mendapatkan ilmu dari sekolah.

Sementara itu untuk anak yang akan mengikuti tes TOEFL dapat mengikuti program kursus persiapan TOEFL di Jakarta. Sehingga anak dapat mengikuti ujian dengan lancar dan mendapatkan skor yang terbaik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *